Rabu, 27 April 2016

PENGUKURAN TEKANAN DARAH DAN KADAR HAEMOGLOBIN

Nama               : Ratna Lestyana Dewi
NIM                : 11140950000007
Tanggal           : 13 April 2016

Praktikum III
Pengukuran Tekanan Darah dan Kadar Haemoglobin
Tekanan darah merupakan faktor yang amat penting pada sistem sirkulasi. Peningkatan atau penurunan tekanan darah akan mempengaruhi homeostatsis di dalam tubuh. Tekanan darah selalu diperlukan untuk daya dorong mengalirnya darah di dalam arteri, arteriola, kapiler dan sistem vena sehingga terbentuklah suatu aliran darah yang menetap. Jika sirkulasi darah  menjadi   tidak  memadai  lagi,   maka   terjadilah   gangguan   pada   sistem   transportasi oksigen, karbondioksida, dan hasil-hasil metabolisme lainnya. Di lain pihak fungsi organ- organ tubuh akan mengalami gangguan seperti gangguan pada proses pembentukan air seni di  dalam  ginjal  ataupun  pembentukan  cairan  cerebrospinalis  dan  lainnya (Campbell, 2004).
Terdapat dua macam kelainan tekanan darah, antara lain yang dikenal sebagai hipertensi atau tekanan darah tinggi dan hipotensi atau tekanan darah rendah. Tekanan darah dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang pertama adalah curah jantung. Tekanan terhadap dinding arteri lebih besar sehingga volume aliran darah meningkat. Faktor kedua yang mempengaruhi tekanan darah resistensi perifer, atau resistensi terhadap aliran darah dalam arteri kecil dari tubuh (arteriol). Resistensi perifer dipengaruhi oleh visikositas (ketebalan) dari sel-sel darah dan jumlah plasma darah. Visikositas darah yang sangat tinggi menghasilkan tekanan darah tinggi. Selain itu, tekanan darah dipengaruhi oleh struktur dinding arteri. Jika dinding telah rusak, jika tersumbat oleh endapan limbah, atau jika telah kehilangan elastisitas, tekanan darah akan lebih tinggi. Tekanan darah tinggi, disebut hipertensi, yaitu akibat curah jantung terlalu tinggi atau resistensi perifer terlalu tinggi (Isnaeni, 2006).

Minggu, 24 April 2016

HUBUNGAN TUMBUHAN DENGAN AIR




Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan
HUBUNGAN TUMBUHAN DENGAN AIR
Muhammad Ali Subhan, Ratna Lestyana Dewi
Fakultas Sains dan Teknologi
Program Studi Biologi
April 2016

Abstrak
Pentingnya air sebagai pelarut dalam organisme hidup tampak amat jelas. Kuantitas air yang dibutuhkan oleh tanaman sangat berbeda - beda sesuai jenis dan lingkungan dimana tumbuhan itu hidup. Praktikum ini bertujuan untuk mengukur kadar air pada bagian tumbuhan, mengukur turgiditas relatif, defisit air dari jaringan tumbuhan dan mengetahui pengaruh tekanan turgor terhadap membuka dan menutup stomata. Percobaan untuk mengetahui kadar air  dilakukan dengan cara yaitu daun dan batang yang diberi perlakuan sama, pada percobaan untuk mengetahui defisit air dilakukan dengan tanaman Zea mays dengan perlakuan disiram dan tidak disiram, dan percobaan membuka menutupnya stomata dilakukan dengan pemberian akuades dan sukrosa 50%. Hasil yang didapat bahwa kadar air pada daun lebih besar dibandingkan dengan batang, defisit air dengan perlakuan tidak disiram lebih besar, dan pada pemberian sukrosa 50% stomata lebih cenderung membuka. Kesimpulannya adalah kadar air yang terdapat pada daun lebih besar karena daun memiliki klorofil sebagai proses fotosintesis. Turgiditas relatif pada tumbuhan yang disiram lebih besar dibandingkan dengan turgiditas relatif tumbuhan yang tidak disiram. Defisit air tanaman Zea mays yang tidak disiram lebih besar dibandingkan dengan perlakuan disiram. Terjadinya proses membuka menutupnya stomata tergantung pada perubahan turgor sel penjaga (sel stomata). Turgor yang tinggi menyebabkan stomata membuka sebaliknya turgor yang rendah akan menyebabkan stomata menutup.
Kata Kunci :  Defisit Air, Stomata, Turgiditas Relatif, Turgor, Zea mays

Senin, 18 April 2016

BIOINDIKATOR TANAH

BIOINDIKATOR TANAH

Ratna Lestyana Dewi1), Apriyani Ekowati 2), dan Meidiyanto2)
1.      Mahasiswa Program Studi Biologi
2.      Asisten Dosen Praktikum Ekologi Terestrial Prodi Biologi
Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract
The ground is a part of the terrestrial ecosystem in which are inhabited by many an organism called as biodiversitas ground. Terrestrial ecosystem as a habitat the ground is for fauna with a high diversity .The fauna of land is one of the components of the ground. Fauna land life very dependent on their habitats , because of the existence and density of populations fauna a type of soil in a region very determined by the state of these regions . The purpose of this lab work is to find the factors about the land health, knows diversity fauna land , and he knows cause effect relationship between the ground by diversity health fauna.  Lab work is done in the area that canopied seat and non canopy around the parking integrated laboratory center uin syarif hidayatullah jakarta .Methods used the with the hand of sorting and by calculation index the diversity of species Shannon – Wiener index. Results obtained at the canopied seat is 80 type and not canopied seat of 8 with the not canopied have a diversity better than canopied. The conclusion is The diversity of species fauna contained in two locations there are locations canopied seat and non canopied shows that the diversity of species having the index diversity of species >1 and its signified that diversity its kind low.
Keywords : Canopied, Diversity, Fauna, Ground, Shannon – Wiener Index

Sabtu, 16 April 2016

KOMUNITAS PLANKTON di EKOSISTEM PERAIRAN


KOMUNITAS PLANKTON di EKOSISTEM PERAIRAN
Ratna Lestyana Dewi1), Alfan Farhan Rijaluddin 2), Daus Ramadhan2) , dan Rizky Aprizal2)
1.       Mahasiswa Program Studi Biologi
2.       Asisten Dosen Praktikum Ekologi Perairan Prodi Biologi
Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Abstrak
Plankton dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu zooplankton dan fitoplankton. Zooplankton merupakan organisme renik yang hidup melayang – layang mengikuti pergerakan air yang berasal dari jasad hewani. Sementara itu, fitoplankton adalah plankton yang menyerupai tumbuhan yang bebas melayang dan hanyut dalam perairan serta mampu melakukan proses fotosintesis karena mengandung klorofil. Tujuan dari praktikum ini adalah untuk menghitung dan mengidentifikasi plankton, mempelajari indeks diversitas plankton, serta mempelajari spesies dan jumlah plankton sebagai bioindikator perairan. Praktikum ini dilakukan pada Jumat, 1 April di Danau Situ Gintung dan Pusat Laboratorium Terpadu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan menggunakan metode sampling secara kuantitatif yang dibagi ke dalam lima titik stasiun yaitu pada lokasi inlet, dekat dengan permukiman, outlet, dekat dengan pertanian, dan outlet. Hasil yang diperoleh yaitu didapat 9 kelas dari fitoplankton dengan kelimpahan terdapat pada stasiun tiga dengan dominansi pada jenis Oscillatoria sp. Kesimpulannya adalah Situ Gintung memiliki indeks diversitas yang tinggi sebesar 2,88 dan terdapatnya keanekaragaman plankton dapat dijadikan sebagai bioindikator dari ekosistem perairan.
Kata Kunci :  Plankton, fitoplankton, Indeks diversitas, Oscillatoria sp.

Kamis, 14 April 2016

PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH DAN LEMAK

Nama               : Ratna Lestyana Dewi
NIM                : 11140950000007
Tanggal           : 6 April 2016

                                                             PRAKTIKUM II
PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH DAN KADAR LEMAK

Dasar Teori
Karbohidrat merupakan senyawa yang diperlukan oleh tubuh sebagai sumber energi. Karbohidrat dikelompokkan menjadi tiga golongan, yaitu monosakarida (glukosa dan fruktosa), disakarida (sukrosa dan maltosa), dan polisakarida (amilum, glikogen, dan selulosa). Ketiga kelompok senyawa karbohidrat tersebut dicerna oleh organ sistem pencernaan secara bertahap. Hal ini disebabkan karena tubuh tidak dapat langsung menyerap molekul – molekul yang masih kompleks sehingga harus dipecah menjadi monosakarida yang ukuran molekulnya lebih sederhana seperti halnya pada penyerapan glukosa dalam sistem pencernaan (Poedjiadi,1994).
Proses pencernaan karbohidrat dimulai dari rongga mulut. Makanan yang mengandung karbohidrat dikunyah di dalam cavum oris sehingga bercampur dengan saliva yang mengandung enzim amilase yang berfungsi mengurai karbohidrat menjadi glukosa. Setelah melalui pencernaan mekanis, karbohidrat kemudian ditelan masuk dan melewati esofagus. Pada organ ini, proses pencernaan karbohidrat sama sekali tidak terjadi karena saluran esofagus yang sangat licin akibat cairan mucus yang dihasilkan oleh dindingnya (Price, 2006).

PRODUKTIVITAS PRIMER DAN BOD EKOSISTEM PERAIRAN


PRODUKTIVITAS PRIMER DAN BOD5 EKOSISTEM PERAIRAN
Ratna Lestyana Dewi1), Alfan Farhan Rijaluddin 2), Daus Ramadhan2) , dan Rizky Aprizal2
1.       Mahasiswa Program Studi Biologi
2.       Asisten Dosen Praktikum Ekologi Perairan Prodi Biologi
Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstrak
Cahaya matahari merupakan komponen penting dalam setiap ekosistem yang dimanfaatkan oleh produsen primer yang ada di ekosistem perairan diantaranya yaitu alga, bryophyta, vascular macrophytes, dan Cyanobacteria. Tujuan dari praktikum ini adalah untuk memahami produktivitas primer dan BOD5 di ekosistem perairan dan memahami produktifitas primer BOD5 tentang kualitas perairan. Praktikum ini dilakukan di Danau Situ Gintung dan PLT UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan metode purposive sampling dan metode botol gelap dan botol terang. Hasil yang diperoleh yaitu pada saat perhitungan produktivitas primer hampir keseluruhan tergolong pada mesotrofik kecuali pada stasiun kedua, dan perhitungan BOD5 menunjukkan bahwa Danau Situ Gintung tergolong memiliki tingkat pencemaran yang sedang pada stasiun satu, tiga, lima, dan memiliki tingkat pencemaran ringan pada stasiun satu dan empat.. Kesimpulannya adalah produktivitas primer di Danau Situ Gintung termasuk tipe Danau yang memiliki kandungan nutrient yang sedang (mesotrofik) dan memiliki kualitas pencemaran perairan yang sedang.

Kata Kunci : BOD5 , Mesotrofik, Pencemaran, Produktivitas primer