Nama : Ratna Lestyana Dewi
NIM : 11140950000007
Praktikum
IV
Pengukuran
Molekul CO2 Hasil Respirasi
I.
Dasar Teori
Respirasi dalam biologi adalah proses mobilisasi energi yang
dilakukan jasad hidup melalui pemecahan senyawa berenergi tinggi (SET) untuk
digunakan dalam menjalankan fungsi hidup. Resprirasi juga sering disebut dengan
proses bernafas, yaitu proses menghirup O2 untuk proses
pembakaran dalam tubuh dan mengeluarkan zat sisa CO2. Faktor-faktor
yang mempengaruhi laju respirasi antara lain aktivitas tubuh, ukuran tubuh,
jenis kelamin, suhu tubuh dan posisi tubuh (Ganong, 2001).
Faktor pertama yaitu aktivitas, semakin banyak aktivitas energi
yang dibutuhkan semakin besar menyebabkan laju pembakaran meningkat sehingga
jumlah oksigen yang harus dihirup akan meningkat pula dan akhirnya laju
respirasi meningkat (Wilson, 1997). Faktor kedua yaitu ukuran tubuh, semakin
besar ukuran tubuh dan berat badan seseorang maka kebutuhan oksigen lebih
banyak sehingga laju pernapasan meningkat dan kadar CO2 yang
dihasilkan meningkat pula. Faktor ketiga yaitu jenis kelamin, pria lebih banyak
mempunyai kadar Hb yang lebih besar daripada wanita sehingga O2 yang
dibutuhkan lebih besar berarti kadar CO2
yang dihasilkan semakin banyak. Faktor keempat adalah umur, semakin
bertambah umur kadar O2 yang dibutuhkan semakin besar. Faktor kelima
yaitu suhu tubuh, semakin tinggi suhu tubuh maka laju respirasi semakin cepat
yang berkaitan dengan metabolisme (Wilson, 1997). Selain itu, gaya hidup juga
berpengaruh pada laju respirasi.
Adanya CO2 yang terlalu banyak di dalam tubuh harus
dihindari, oleh karena CO2 itu harus segera dikeluarkan dari tubuh
secara terus menerus. Respirasi adalah suatu proses pembongkaran (katabolisme
atau disimilasi) dimana energi yang tersimpan dibongkar kembali untuk
menyelenggarakan proses–proses kehidupan. Selain itu respirasi merupakan proses
oksidasi bahan organik yang terjadi di dalam sel, berlangsung secara aerobik
maupun anaerobik. Laju metabolisme biasanya diperkirakan dengan mengukur banyaknya
oksigen yang dikonsumsi makhluk hidup per satuan waktu. Hal ini memungkinkan
karena oksidasi dari bahan makanan memerlukan oksigen (dalam jumlah yang
diketahui) untuk menghasilkan energi yang dapat diketahui jumlahnya. Akan
tetapi, laju metabolisme biasanya di ekspresikan dalam bentuk laju konsumsi
oksigen. Beberapa faktor yang mempengaruhi konsumsi oksigen antara lain
temperatur, spesies, ukuran badan, dan aktivitas tubuh (Ganong, 2001).