Welcome in my imagination

  • Home
  • AMAZING BIOLOGY
  • HEART TO HEART
  • ABOUT ME

    Kamis, 14 April 2016

    PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH DAN LEMAK

    Nama               : Ratna Lestyana Dewi
    NIM                : 11140950000007
    Tanggal           : 6 April 2016

                                                                 PRAKTIKUM II
    PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH DAN KADAR LEMAK

    Dasar Teori
    Karbohidrat merupakan senyawa yang diperlukan oleh tubuh sebagai sumber energi. Karbohidrat dikelompokkan menjadi tiga golongan, yaitu monosakarida (glukosa dan fruktosa), disakarida (sukrosa dan maltosa), dan polisakarida (amilum, glikogen, dan selulosa). Ketiga kelompok senyawa karbohidrat tersebut dicerna oleh organ sistem pencernaan secara bertahap. Hal ini disebabkan karena tubuh tidak dapat langsung menyerap molekul – molekul yang masih kompleks sehingga harus dipecah menjadi monosakarida yang ukuran molekulnya lebih sederhana seperti halnya pada penyerapan glukosa dalam sistem pencernaan (Poedjiadi,1994).
    Proses pencernaan karbohidrat dimulai dari rongga mulut. Makanan yang mengandung karbohidrat dikunyah di dalam cavum oris sehingga bercampur dengan saliva yang mengandung enzim amilase yang berfungsi mengurai karbohidrat menjadi glukosa. Setelah melalui pencernaan mekanis, karbohidrat kemudian ditelan masuk dan melewati esofagus. Pada organ ini, proses pencernaan karbohidrat sama sekali tidak terjadi karena saluran esofagus yang sangat licin akibat cairan mucus yang dihasilkan oleh dindingnya (Price, 2006).

    Kemudian dari faring, karbohidrat langsung diterima gastrum yang kemudian diolah dan dicampurkan dengan asam lambung (HCl) yang bersifat korosif dengan bantuan kontraksi gastrum. Proses ini membuat karbohidrat menjadi lebih cair dan hancur yang disebut dengan chymus, dan kemudian diteruskan ke duodenum untuk dicerna secara kimiawi menggunakan enzim amilase yang dihasilkan dari getah pankreaas. Setelah melalui duodenum, proses dilanjutkan oleh jejunum. Untuk memecah disakarida menjadi monosakarida dengan bantuan enzim-enzim disakaridase (maltase, laktase, dan sukrase) yang terdapat pada getah intestinum hasil sekresi dinding-dindingnya. Pemecahan disakarida tergantung pada jenis dan jumlahnya, yaitu maltosa, laktosa dan sukrosa. Setelah melalui jejunum, monosakarida hasil penguraian kemudian diserap oleh dinding ileum. Serapan monosakarida ini lalu diabsorpsi dan diangkut sistem sirkulasi darah dan disalurkan ke seluruh tubuh menjadi energi yang siap digunakan (Price, 2006)
    Kemudian, hasil sisa makanan yang telah diserap oleh intestinum, menuju kolon. Hasil sisa makanan ini kemudian menjadi substrat potensial yang difermentasi oleh beberapa mikroorganisme di dalam kolon, sebelum akhirnya dibuang melalui anus (Price, 2006)
    Selain karbohidrat, ada zat lain yang dibutuhkan oleh tubuh yaitu lemak. Sebagian besar lemak dalam makanan berada dalam bentuk trigliserida, yaitu lemak netral yang terdiri dari satu molekul gliserol dengan tiga asam lemak melekat. Selama pencernaan, dua dari tiga molekul asam lemak tersebut terpisah, meninggalkan satu monogliserida, satu molekul gliserol dengan satu molekul asam lemak yang melekat. Karena itu, produk akhir pencernaan lemak adalah monogliserida dan asam lemak bebas, yaitu satuan lemak yang dapat diserap (Murrey, 2003).
    Makanan yang dikonsumsi akan masuk ke dalam tubuh untuk diolah dalam sistem pencernaan. Makanan yang mengandung lemak dan kolesterol akan diurai lebih sederhana menjadi trigliserida, kolesterol, asam lemak bebas, dan fosfolipid. Karena sifatnya yang sukar larut dalam cairan seperti darah, kolesterol bekerja sama dengan protein membentuk partikel yang bernama lipoprotein, sehingga kolesterol dan lemak yang ada disalurkan ke seluruh tubuh. Pendistribusian lemak dan kolesterol dalam darah dilakukan melalui dua jalur yakni jalur eksogen dan jalur endogen (Murrey, 2003).
    Saat jalur eksogen, setelah makanan tersebut diurai oleh tubuh, uraian yang dihasilkan berupa trigliserida dan kolesterol dikemas lagi dalam intestinum dalam bentuk partikel besar lipoprotein, yang disebut Kilomikron dan dibawa ke dalam aliran darah. Kemudian trigliserida dalam kilomikron akan mengalami penguraian lebih lanjut oleh enzim lipoprotein lipase, sehingga terbentuk asam lemak bebas dan kilomikron remnan. Asam lemak bebas yang dihasilkan akan menembus jaringan lemak di bawah kulit dan sel otot untuk diubah menjadi trigliserida kembali sebagai cadangan energi. Sedangkan kilomikron remnan akan dimetabolisme dalam hati sehingga menghasilkan kolesterol bebas. Sebagian kolesterol yang mencapai organ hati akan diubah menjadi asam empedu, yang akan dikeluarkan ke dalam usus, berfungsi seperti pembersih dan membantu proses penyerapan lemak dari makanan. Sebagian lagi dari kolesterol yang dikeluarkan melalui saluran empedu tanpa dimetabolisme lagi kemudian menjadi asam empedu yang oleh organ hati akan didistribusikan ke jaringan tubuh lainnya melalui jalur endogen (Murrey, 2003).
    Kemudian, saat jalur eksogen, makanan yang masuk ke dalam tubuh dengan kandungan karbohidrat yang banyak akan diolah oleh hati menjadi asam lemak yang akhirnya akan terbentuk trigliserida. Trigliserida tersebut akan ditransportasikan di dalam tubuh dalam bentuk lipoprotein yang bernama VLDL (Very Low Density Lipoprotein). VLDL ini akan dimetabolisme kembali oleh tubuh menjadi IDL (intermeida density lipoprotein) yang akan diproses kembali oleh tubuh menjadi LDL (low density lipoprotein) yang kaya akan kolesterol. LDL tersebut akan mendistribusikan kolesterol ke seluruh jaringan tubuh melalui sistem peredaran darah untuk digunakan tubuh dan sebagian lagi akan dilepaskan di dalam darah. Kolesterol yang dilepaskan tersebut kemudian akan berikatan dengan HDL (High Density Lipoprotein) yang akan membawa kelebihan kolesterol tersebut dalam darah menuju hati untuk diproses kembali (Murrey, 2003).
    Trigliserida adalah salah satu bentuk lemak yang diserap oleh usus setelah mengalami hidrolisis.  Trigliserida kemudian masuk ke dalam plasma dalam 2 bentuk yaitu sebagai klomikron berasal dari penyerapan usus setelah makan lemak, dan sebagai VLDL (Very Low Density Lipoprotein) yang dibentuk oleh hati dengan bantuan insulin. Trigliserida ini di dalam jaringan diluar hati (pembuluh darah, otot, jaringan lemak), dihidrolisis oleh enzim lipoprotein lipase. Sisa hidrolisis kemudian oleh hati dimetabolisasikan menjadi LDL. Kolesterol yang terdapat pada LDL ini kemudian ditangkap oleh suatu reseptor khusus di jaringan perifer itu, sehingga LDL sering disebut sebagai kolesterol jahat. Kelebihan kolesterol dalam jaringan perifer akan diangkut oleh HDL (High Density Lipoprotein) ke hati untuk kemudian dikeluarkan melalui saluran empedu sebagai lemak empedu sehingga sering disebut sebagai kolesterol baik (Guyton, 1997).
    Prinsip Kerja
    Tes strip menggunakan enzim glukosa oksidase dan didasarkan pada teknologi biosensor yang spesifik untuk pengukuran glukosa, tes strip mempunyai bagian yang dapat menarik darah utuh dari lokasi pengambilan / tetesan darah kedalam zona reaksi. Glukosa oksidase dalam zona reaksi kemudian mengoksidasi glukosa didalam darah. Intensitas arus electron terukur oleh alat dan terbaca sebagai konsentrasi glukosa didalam sampel darah.
                Trigliserida dipecah oleh LPL (lipoprotein lipase) menjadi gliserol. Gliserol kemudian mengalami oksidasi menjadi dihidroksiaseton fosfat dan hydrogen peroksida. Hidrogen peroksida yang terbentuk kemudian bereaksi dengan 4-aminophenazon dan 4-chlorophenol yang dikatalisis oleh peroxidase sehingga terbentuk warna pink. Warna tersebut kemudian diserap oleh fotometer pada panjang gelombang 546 nm dan hasil yang keluar adalah konsentrasi trigliserida dalam darah.
    Pengujian kadar kolesterol dalam darah dilakukan secara enzimatis. Reagent kolesterol bereaksi terhadap serum darah menjadi kolesterin ester kemudian diubah secara enzimatis menggunkan kolesterol esterase menjadi kolesterol. Dengan bantuan cholesterol peroxide. Hidrogen peroxide yang terbentuk kemudian dikatalisis oleh peroxidase bereaksi dengan 4-aminoantipurene dan phenol membentuk warna merah. Hasil tersebut kemudian diujikan dengan fotometer pada panjang gelombang 546 nm dan hasil yang diperoleh adalah konsentrasi kolesterol dalam darah.
    Pada pengujian kadar HDL menggunakan reagent kolesterol dan HDL. HDL kolesterol dipisahkan dari serum dengan lipoprotein yang lain seperti VLDL (very low density lipoprotein) dan LDL (low density lipoprotein) dan LDL (Low Density Lipoprotein) dengan menambahkan phostungstic acid dan magnesium chloride dan disentrifugasi. Setelah disentrifugasi, supernatant berisi fraksi HDL, kolesterol yang ada pada HDL kemudian diperiksa secara enzimatis dengan menggunakan reagent kolesterol.

    Cara Kerja
    Cara Kerja
    Hasil Pengamatan
    1.      Pemeriksaan Kadar Glukosa Darah
    Ujung jari yang akan ditusuk terlebh dahulu dibersihkan dengan alkohol 70%

    Jari ditusuk dengan lanset tegak lurus

    Darah dimasukkan ke dalam strip

    Strip dimasukkan ke dalam Gluco DR

    Hasilnya dibaca dengan teliti


    2.      Pemeriksaan Kadar Lemak Darah
    I.                   Pembuatan Serum
    Darah diambil sebanyak 3 ml

    Kemudian disentrifus selama 10 menit dengan kecepatan 400 rpm

    Serum siap pakai

    II.                Pembuatan Sampel
    1.      Pengujian Trigliserida
    R1 dimasukkan sebanyak 400 µl pada tabung

    R2 dimasukkan sebanyak100 µl pada tabung yang sama

    Serum dicampurkan sebanyak 5 µl dan diinkubasi selama 1 menit




    2.      Pengujian Kadar Kolesterol
    R1 dimasukkan sebanyak 500 µl pada tabung

    Kemudian dicampurkan dengan serum sebanyak 5 µl

    Diinkubasi pada suhu ruang selama 1 menit dan dilakukan pemeriksaan



    3.      Pengujian Kadar HDL-Kolesterol
    Serum dimasukkan sebanyak 100 µl pada tabung

    Kemudian dicamprkan dengan reagen HDL sebanyak 250 µl. Lalu disentrifus selama 10 menit dengan kecepatan 4000 rpm


    Didiamkan selama 1 jam pada suhu ruang

    Setelah itu, dimasukkan supernatan sebanyak 50 µl ke dalam tabung reaksi dan dicamprkan dengan reagen kolesterol sebanyak 500 µl

    Diinkubasi pada suhu ruang selama 10 menit pada suhu ruang dan dilakukan pemeriksaan

    III.             Pemeriksaan Sampel Menggunakan Zenix 168
    a.       Pengujian Trigliserida
    R1 dimasukkan sebanyak 400 µl pada tabung

    Dicampurkan dengan serum sebanyak 5 µl

    Diinkubasi pada suhu ruang selama 1 menit dan dilakukan pemeriksaan


    b.      Pengujian Kadar Kolesterol
    R1 dimasukkan sebanyak 500 µl pada tabung


    Dicampurkan dengan serum sebanyak 5 µl

    Diinkubasi pada suhu ruang selama 1 menit dan dilakukan pemeriksaan

    c.       Pengujian Kadar HDL-Kolesterol
    Serum dimasukkan sebanyak 100 µl pada tabung

    Dicampurkan dengan reagen HDL sebanyak 250 µl
                             

    Disentrifu selama 10 menit dengan kecepatan 4000 rpm

    Didiamkan pada suhu ruang selama 1 jam.


    Hasil dan Pembahasan
    Berdasarkan pada hasil percobaan yang telah dilakukan maka diperoleh data sebagai berikut :
                                        Tabel 1.1 Hasil Pemeriksaan Kadar Glukosa Darah
    No
    Nama Probandus
    Kadar Glukosa Darah (mg/dL)
    Keterangan
    1
    Aditya Rizky Maulana
    115 mg/dL
    Normal
    2
    Arief Budi Utomo
    114 mg/dL
    Normal
    3
    Ratna Evania Fitriyani
    114 mg/dL
    Normal
    4
    Renitha Ashari
    100 mg/dL
    Normal
    5
    Reo Vebria Ningsih
    111 mg/dL
    Normal
    6
    Rizki Hastuti Purwaningsih
    100 mg/dL
    Normal

    Berdasarkan pada percobaan yang pertama yaitu mengenai pemeriksaan kadar glukosa darah dengan menggunakan metode Tes Strip Gluco Dr.  Metode Tes Strip Gluco DR adalah metode pemeriksaan glukosa darah secara invitro, dapat dipergunakan untuk mengukur kadar glukosa darah secara kuantitatif, dan untuk screening pemeriksaan kadar glukosa darah. Sampel dapat dipergunakan darah segar kapiler atau darah vena, tidak dapat menggunakan sampel berupa plasma atau serum darah.
    Metode ini menggunakan strip tes yang berisi enzim glukosa oksidase (Pakasi, 2006). Metode ini digunakan karena prinsip kerja yang sederhana dan efisien saat digunakan.
    Berdasarkan pada hasil pemeriksaan kadar glukosa darah yang diperoleh pada tabel 1.1 menunjukkan dari keseluruhan orang probandus yang telah diambil sampel darahnya menunjukkan hasil yang normal. Hal ini sesuai dengan jumlah normal kadar glukosa darah manusia pada umumnya yaitu pada kisaran 99-147 mg/dL (Pakasi, 2006).
    Tingkat gula darah diatur melalui umpan balik negatif untuk mempertahankan keseimbangan di dalam tubuh. Level glukosa di dalam darah dimonitor oleh pankreas. Bila konsentrasi glukosa menurun, karena dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh, pankreas melepaskan glukagon, hormon yang menargetkan sel-sel di lever (hati). Kemudian sel-sel ini mengubah glikogen menjadi glukosa (proses ini disebut glikogenolisis). Glukosa dilepaskan ke dalam aliran darah, hingga meningkatkan level gula darah. Apabila level gula darah meningkat, entah karena perubahan glikogen, atau karena pencernaan makanan, hormon yang lain dilepaskan dari butir-butir sel yang terdapat di dalam pankreas. Hormon ini, yang disebut insulin, menyebabkan hati mengubah lebih banyak glukosa menjadi glikogen. Proses ini disebut gliogenosis, yang mengurangi level gula darah (Pakasi, 2006).
    Bila kadar glukosa dalam darah melebihi atau  kurang dari batas normal maka sistem metabolisme dalam tubuh akan terganggu. Glukosa darah dapat bertambah setelah kita makan - makanan sumber karbohidrat, namun kira – kira 2 jam setelah itu, jumlah glukosa darah akan kembali pada keadaan semula. Salah satu contoh penyakit yang disebabkan oleh kelainan kadar glukosa darah, yaitu diabetes melitus. Diabetes melitus merupakan penyakit yang timbul karena suatu gangguan dari pankreas, yaitu organ tubuh yang biasa menghasilkan insulin dan sangat berperan dalam metabolisme glukosa bagi sel tubuh. Seseorang yang terkena diabetes melitus selalu ditandai oleh naiknya kadar gula darah (hiperglikemia) dan tingginya kadar gula dalam urine. Pada orang yang menderita diabetes melitus, jumlah glukosa darah lebih besar dari 130 mg per 100 mL darah (Guyton, 1997).

                Tabel 1.2 Hasil Pemeriksaan Kadar Lemak
    No
    Nama Probandus
    GLU
    (mg/dL)
    KOL
    (mg/dL)
    TRG
    (mg/dL)
    HDL
    (mg/dL)
    LDL
    (mg/dL)
    1
    Aditya Rizky Maulana
    137,5
    124
    236
    33,3
    12,1
    2
    Uci Agustina
    127,2
    217,4
    242
    46,1
    90,9
    3
    Reo Vebria Ningsih
    125,1
    166,6
    232
    -*
    -*

                Berdasarkan pada hasil percobaan mengenai pemeriksaan kadar lemak untuk mengetahui kadar trigliserida, kolestrol dan HDL –kolesterol, dengan mengambil sample pada tiga orang probandus. Hasil yang diperoleh berdasarkan pada tabel 1.2  diketahui bahwa kadar kolesterol yang didapatkan yaitu pada orang probandus pertama hasilnya di bawah normal, orang probandus kedua hasilnya di atas normal dan orang probandus ketiga hasilnya normal. Adapun nilai normal pada kadar kolesterol yaitu 140-200 mg/dL. Adapun faktor tinggi rendahnya kolesterol berdasarkan pada asupan makanan yang berlemak, adanya gangguan metabolisme lipid, dan adanya penyakit yang disebabkan reaksi patologis yang mengakibatkan kadar kolesterol menurun. Kolesterol dalam tubuh ada yang mengalami peningkatan ataupun penurunan yaitu penurunan yang terjadi akibat aliran keluar kolesterol dari membran sel ke lipoprotein yang potensial  kolesterolnya rendah (Syaifullah, 2006).
    Selanjutnya yaitu pada pemeriksaan kadar trigliserida, hasil yang didapat pada masing-masing probandus termasuk tinggi. Hal ini berdasarkan pada kadar normal trigliserida yaitu 0-200 mg/dL. Tinggi atau rendahnya trigliserida ini dipengaruhi oleh sistem metabolisme masing-masing.  Faktor-faktor  penyebabnya yaitu riwayat keluarga hiperlipidemia, obesitas, diet kaya lemak, dan kurang berolahraga. Kadar trigliserida tinggi juga terjadi ketika seseorang banyak mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat atau kadar gula yang tinggi. Trigliserida memiliki rumus RCOO-CH CH(-OOCR') CH-OOCR", dimana R, R', dan R" adalah rantai alkil yang panjang. Tiga asam lemak RCOOH, R'COOH dan R"COOH bisa berbeda, semuanya sama, atau hanya dua yang sama. Panjang rantai asam lemak dalam trigliserida bervariasi, akan tetapi umumnya berjumlah 16, 18 dan 20 karbon. Asam lemak alami yang ditemukan dalam jumlah atom karbonnya genap, hal ini dikarenakan jalur biosintesis asam lemak berasal dari asetil CoA (Poedjiadi,1994).

    Gambar 1.1 Struktur Trigliserida

    Kemudian, selanjutnya pada pemeriksaan High Density Lipoprotein (HDL) didapatkan hasil pada orang probandus pertama hasilnya di bawah normal sementara pada orang probandus kedua hasilnya normal. Orang probandus ketiga tidak dilakukan uji HDL maupun LDL dikarenakan serum habis. Hasil HDL di bawah normal dikarenakan kurangnya asupan makanan yang berserat dibandingkan dengan asupan makanan yang berlemak jenuh. HDL memiliki kadar normal yaitu 40 – 50 mg/L (Ganong, 1994).
                HDL mengangkut kolesterol ekstra dari sel-sel dan  jaringan-jaringan lalu membawanya kembali kehati, yang mengambil kolesterol dari partikel HDL dan menggunakannya untuk membuat cairan empedu dan mendaur ulangnya, HDL juga mengandung antioksidan yang dapat mencegah perubahan LDL menjadi lipoprotein yang cenderung menyebabkan penyakit jantung (Ganong, 1994).
    Kemudian, pada pemeriksaan Low Density Lipoprotein (LDL) berdasarkan pada tabel 1.2 bahwa orang probandus pertama dan kedua kadar yang baik. Hal ini berdasarkan kadar yang baik untuk LDL yaitu kurang dari 100 mg/dL, untuk ukuran normal antara 100 – 129 mg/dL, ukuran yang cukup antara 130 – 150 mg/dL, ukuran yang tinggi antara 160 – 180 mg/dL dan ukuran yang paling tinggi mencapai angka lebih dari 190 mg/dL. LDL berfungsi mengantarkan kolesterol ke berbagai organ dan jaringan tubuh. Tetapi, bila kolesterol di dalam tubuh berada di atas level normal, maka kelebihan kolesterol itu akan tetap berada di dalam darah. Kolesterol ini kemudian teroksidasi dan tertimbun di dinding dalam pembuluh darah. Timbunan yang dinamai plak ini berpotensi menyebabkan peradangan, pendarahan, dan pengapuran di pembuluh darah. Plak juga akan mengisi ruang di dalam pembuluh darah sehingga menghalangi aliran darah dan menyebabkan penyakit arteri koroner (Ganong, 1994).

    Kesimpulan
    Kadar glukosa darah dapat diukur dengan Metode Tes Strip Gluco DR adalah metode pemeriksaan kadar glukosa darah secara kuantitatif, dan untuk screening pemeriksaan kadar glukosa darah. Glukosa darah berfungsi untuk metabolisme tubuh Selain karbohidrat, ada zat lain yang dibutuhkan oleh tubuh yaitu lemak. Sebagian besar lemak dalam makanan berada dalam bentuk trigliserida. Lemak memiliki kadar tersendiri yaitu pada trigliserida yaitu 0-200 mg/dL. Pada kolesterol memiliki kadar normal 140-200 mg/dL, HDL memiliki kadar normal 40-50 mg/dL dan LDL memiliki kadar normal 100 – 129 mg/dL.
    Daftar Pustaka
    Ganong, WF. 1994. Fisiologi Kedokteran Edisi 14. EGC. Jakarta
    Guyton, Arthur C. dan John E. Hall. 1997. Efek Insulin Terhadap Metabolisme Karbohidrat dan
    Lemak.  Dalam:
    Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 9.  EGC. Jakarta
    Murrey, Robert K, at all. 2003. Glikolisis dan Oksidasi piruvat. Dalam : Biokimia Harper edisi 25.
    EGC. Jakarta
    Poedjiadi, Anna. 1994. Metabolisme Karbohidrat. Dalam: Dasar – dasar Biokim. UI Press.
    Jakarta                                            
    Price, Sylvia A, et all. 2006. Pankreas : Metabolisme Glukosa dan Diabetes Melitus. Dalam :
    Patofisiologi  Konsep Klinis Proses – Proses Penyakit  edisi 6. EGC. Jakarta

    Pakasi,Ruland. 2006. Bagian Patologi Klinik Lemak Darah, FK-UNHAS. Makassar
    Syaifullah. 1996. Ilmu Penyakit Dalam Jilid 1. UI Press. Jakarta
    Lampiran
    1.      Tuliskan faktor – faktor yang mempengaruhi kadar glukosa seseorang!
    2.      Hormon apa sajakah yang mempengaruhi kadar glukosa dan jelaskan keterkaitannya?
    3.      Jelaskan penyakit yang mungkin terjadi bila kadar kolesterol jahat di dalam tubuh tidak sesuai dengan nilai normalnya!
    4.      Jelaskan usaha yang harus kita lakukan untuk menjaga kadar lemak dalam tubuh tetap berada dalam batas normal!
    Jawab :
    1.      Sering mengonsumsi makanan yang mengandung gula, kurang berolahraga, stress, kurang istirahat (tidur).
    2.      Insulin dan glukagon
    Saat insulin dan glukagon berikatan dengan reseptor protein pada permukaan sel target, mereka akan mengisiasi kerja di dalam sel. Insulin dan glukagon mempengaruhi metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein diseluruh tubuh, akan tetapi target utamanya adalah sel-sel hati, otot dan sel adiposa (lemak). Insulin merupakan hormon unik sebab merupakan satu-satunya hormon yang efek bersihnya adalah hipoglisemia yakni menurunkan kadar glukosa dalam darah. Glukagon umumnya memiliki efek yang berlawanan yakni hiperglisemia. Insulin juga meningkatkan asupan asam amino dan sintesis protein lebih lanjut oleh sel-sel hati. Insulin menstimulasi penggunaan glukosa untuk menjadi glikogen (glikogenesis), sintesis lemak (lipogenesis), dan sintesis protein (proteogenesis).
    3.      Jika kadar kolesterol jahat di dalam tubuh  berlebih. Hal ini akan berdampak pada dinding pembuluh darah akan ada suatu endapan serta membentuk bekuan yang dapat menyumbat pembuluh darah. Jika penyumbatan darah terjadi pada pembuluh darah jantung, maka hal ini akan mengakibatkan serangan jantung. Jika penyumbatan terjadi pada pembluh darah otak, maka hal ini akan mengakibatkan serangan stroke.
    4.      Sering mengonsumsi makanan yang baik dan cukup serat, melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga, hindari stress, dan istirahat yang cukup.
    Diposting oleh Ratna Lestyana Dewi di 02.09.00
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
    Label: AMAZING BIOLOGY, FISIOLOGI HEWAN

    2 komentar:

    1. Aurellia Devani10 Maret 2020 pukul 22.06

      Ini sangat membantu sekali artikel nya, saya harap anda terus menulis artikel yang bagus seperti ini yang membahas bahaya gula berlebih. Selain itu saya juga mau
      kasih tambahan sedikit, apabila didukung dengan gambar gambar maka akan lebih detail lagi pembahasan artikel ini.

      BalasHapus
      Balasan
        Balas
    2. Ratna Lestyana Dewi27 Juni 2020 pukul 19.24

      terimakasih banyak atas masukannya ya...

      BalasHapus
      Balasan
        Balas
    Tambahkan komentar
    Muat yang lain...

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)
Chrome Pointer

Total Tayangan Halaman

Translate

About Me

Ratna Lestyana Dewi
Lihat profil lengkapku

My Arsip

  • Desember (1)
  • Juli (1)
  • Februari (3)
  • Januari (2)
  • Desember (8)
  • November (1)
  • September (1)
  • Agustus (1)
  • Juni (6)
  • Mei (4)
  • April (15)
  • Maret (9)
  • Juli (1)
  • Februari (4)
iii. Tema Tanda Air. Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.