Nama : Ratna
Lestyana Dewi
NIM :
11140950000007
Mata Kuliah : Ekologi Dasar
Hipocampus spp. (Kuda Laut)
Klasifikasi kuda laut:
Filum :
Chordata
Kelas :
Pisces
Ordo :
Gasterosteiformes
Famili :
Syngnathidae
Genus : Hippocampus
Spesies : Hippocampus
spp.
Kuda
laut tergolong dalam genus Hippocampus, mereka disebut kuda laut karena
memiliki bentuk kepala yang cenderung sama dengan kuda di
darat, Hippocampus berarti hippos : kepala kuda, dan campus : binatang
laut. merupakan hewan yang
sangat unik. Kuda laut memiliki baju yang disebut baju zirah yang berfungsi
sebagai pelindung bahaya. Baju Zirah itu sangat keras seperti batu, bahkan
tidak bisa dihancurkan hanya dengan tangan manusia. Kuda laut ini memiliki ukuran
mereka bervariasi dari sekitar 4 sampai 30 sentimeter.
Hewan ini termasuk dalam jenis ikan, berenang
dengan bergerak dalam air dengan cara mengubah isi udara dalam kantung
renangnya. Kuda laut biasanya tinggal di sekitar karang-karang laut dan
menambatkan ekornya pada celah bebatuan, hidup menyebar di perairan tropis di
seluruh lautan dunia. Hal yang paling unik dari kuda laut adalah kuda laut
jantan ini memiliki kantung perut yang besar dan pembuka seperti celah di bagian
dasar perutnya yang berfungsi untuk membuahi telur yang diberikan dari kuda
laut betina.
Secara
global terdapat lebih dari 30 spesies kuda laut, keragaman spesies tertinggi
ditemukan di Asia Tenggara atau Australia. Sebagian besar spesies yang ditemukan
termasuk dalam daftar spesies yang rentan pada IUCN red list sebagai hewan yang
terancam punah (IUCN, 2000), walaupun perkiraan yang
tepat dari status populasi spesies kuda laut yang berbeda di alam tidak
tersedia. Kuda laut dapat dijumpai hampir di seluruh perairan dunia, mulai dari
kawasan beriklim tropis hingga beriklim sedang. Habitat kuda laut terutama di
sepanjang pesisir pantai, tepian laut, teluk-teluk yang dangkal, mendiami
tempat-tempat yang banyak terdapat di terumbu karang, hutan mangrove, dan
padang lamun. Dari sejumlah spesies anggota kuda laut, Hippocampus kuda adalah
jenis yang memiliki distribusi paling luas, terutama di sepanjang
perairan tropis Indo-Pasifik. Wilayah persebaran hewan ini ke barat hingga
Selat Inggris, ke timur hingga Kepulauan Hawaii, ke utara hingga Laut Jepang,
dan ke selatan hingga pantai Australia.
Berdasarkan survey dari Lourie et al. (2001), sembilan jenis kuda laut dapat ditemukan secara luas di Indonesia:
Berdasarkan survey dari Lourie et al. (2001), sembilan jenis kuda laut dapat ditemukan secara luas di Indonesia:
· Hippocampus
pontohi
· Hippocampus
barbouri
· Hippocampus
bargibanti
· Hippocampus
comes
· Hippocampus
histrix
· Hippocampus
kelloggi
· Hippocampus
kuda
· Hippocampus
spinosissimus
· Hippocampus
trimaculatus
Populasi
kuda laut terbesar terdapat di perairan Indo-Pasifik. Kuda laut ditemukan di
Australia sebanyak 10 spesies. Asia Tenggara ditemukan 7 spesies, Jepang
ditemukan 7 spesies dan sebelah barat laut Amerika (Pasifik Selatan) 1 spesies,
sedangkan disebelah barat Atlantik dan Karibia ditemukan 3 spesies yang hidup
disebelah selatan laut Amerika. Atlantik Selatan juga mempunyai beberapa
spesies dimana tiga spesies terdapat di Afrika barat. Kuda laut umumnya hidup
di perairan dangkal hingga kedalaman 20 meter, beberapa spesies ditemukan pada
kedalaman lebih dari 50 meter. H.whitei, H. borbouniensis, H. erectus, H.
guttulatus, dan H. zosterae hidup di perairan hangat dan daerah tropis
diantara hamparan padang lamun atau rumput laut. Kuda laut juga hidup di dasar
laut yang ditumbuhi bunga karang lunak (H. subelong) dijumpai pula
diantara karang di daerah tropis.
Morfologi
leher kuda laut yang melengkung berkaitan dengan cara memangsa mereka. Bentuk
khas tubuh kuda laut yang berbentuk 'S' menjadi senjata rahasia mereka sebagai
adaptasi hewan kecil, juga karnivora. Evolusi awal kuda laut diduga bermula
dari ikan perenang yang panjang dan langsing seperti ikan pipa / pipefish.
Menempatkan dirinya menggunakan ekor cengkeram memungkinkan kuda laut
'melayang' dengan tenang bak patung di sekitar terumbu karang dan hamparan
lamun, menunggu udang kecil dan larva ikan berenang lewat. Dengan seketika,
mereka bisa memajukan kepala mereka dan 'sruut', predator mungil ini menyedot
mangsanya yang tidak mengantisipasi. Kuda laut dan pipefish keduanya memakai
teknik 'julur' dan 'sedot'ini, dikenal sebagai pivot feeding. Kuda laut,
terkecuali, tidak mengejar mangsanya sebagaimana pipefish, sehingga daya
jangkau leher kuda laut penentu utama kesuksesan berburu mereka. Kuda laut
diduga menempati habitat-habitat dimana pipefish saat ini berada dibantu dengan
kelebihan jarak serang mereka yang diduga memungkinkan kuda laut, sebagai
pendatang baru dalam evolusi, untuk berkompetisi dengan sukses dalam memangsa
pakan yang sama dengan pipefish, menurut ujar Peter Teske, yang meneliti
evolusi dan ekologi kuda laut di the Rhodes University di Afrika Selatan, namun
tidak terlibat dalam studi ini.
Temuan
ini merupakan bagian dari puzzle yang mencoba menjelaskan betuk kuda laut yang
unik. Namun, jawaban yang diberikan studi ini justru berperan dalam pemahaman
evolusi kuda laut.

Sumber :
Adam. 2015. Kuda Laut
(http://www.biodiversitywarriors.org/-2924.html)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar