Welcome in my imagination

  • Home
  • AMAZING BIOLOGY
  • HEART TO HEART
  • ABOUT ME

    Senin, 28 Maret 2016

    PENGANTAR EKOLOGI PERAIRAN


    Nama                           : Ratna Lestyana Dewi
    NIM                            : 11140950000007
    Prodi/Semester            : Biologi A/Semester 4
    Mata Kuliah                : Ekologi Perairan
    Dosen Pengampu        : Prof. Dr. Lily Surayya Eka Putri, M.Env. Stud.


                                                    PENGANTAR EKOLOGI AIR TAWAR

                Ekologi adalah sub kategori khusus dari studi keseluruhan organisme dan lingkungan hidup mengenai bagaimana makhluk hidup memberikan reaksi, dan dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya atau ekosistem. Ekologi air tawar adalah studi tentang hubungan timbal balik antara air tawar organisme dan lingkungan alam dan budaya mereka. Dengan mempelajari ekologi air tawar dapat menemukan informasi penting tentang kesehatan dan kebutuhan sistem air tawar.

    Ekologi air tawar memiliki dua klasifikasi habitat yaitu :
    1.      Dataran Tinggi
    Habitat ini memiliki ciri-ciri diantaranya suhunya lebih dingin, terdapat aliran sungai yang mengalir di dekat daerah pegunungan.
    2.      Dataran Rendah
    Habitat ini memiliki ciri-ciri diantaranya memiliki suhu yang lebih hangat, terdapat aliran sungai yang mengalir lambat, memiliki dataran rendah yang relatif datar, dengan air yang memiliki komposisi bahan-bahan organik dari hasil sedimentasi.
    Terdapat empat unsur utama dari lingkungan hidup yang membentuk ekosistem air tawar, yaitu :
    a.       Elemen dan Senyawa
    Unsur ini dibutuhkan untuk diserap oleh organisme yang diperlukan sebagai sumber makanan untuk proses respirasi, dan membantu dalam proses rantai makanan oleh tanaman.
    b.      Tanaman
    Unsur ini dibutuhkan karena tanaman mampu mensintesis makanan dengan cara memanfaatkan energi dari senyawa organik yang disebut dengan fotosintesis.
    c.       Konsumen
    Konsumen merupakan organisme yang dibutuhkan karena mampu memberikan makanan dari bahan tanaman.
    d.      Pengurai
    Pengurai mampu menguraikan zat-zat sisa yang sudah tidak terpakai di alam (bahan organik yang mati) yang kemudian hasil dari pengurai ini diperlukan kembali oleh tanaman.












    Faktor – Faktor Biotik dan Abiotik Pada Ekologi Perairan
                                                                                                       
               Pada dasarnya faktor abiotik merupakan komponen tak hidup yang mampu mempengaruhi organisme hidup dari ekosistem air tawar. Adapun yang termasuk ke dalam faktor abiotiknya yaitu faktor-faktor lingkungan. Sementara pada faktor-faktor biotik dipengaruhi oleh tindakan konsekuen spesies ketika berbagai spesies hadir agar dapat mempengaruhi kehidupan sesama spesies di lingkungannya.
               Cahaya matahari merupakan konstituen utama dari ekosistem air tawar, karena mampu memberikan cahaya untuk produsen utama yakni tanaman. Adapun terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi intensitas dan lamanya waktu yang terkena daerah sinar matahari, yaitu :
    -          Aspek
    Aspek sangat menentukan karena saat matahari sedang terbit hingga siang hari, lebih banyak cahaya yang dapat diserap ke dalam air, sedangkan pada saat matahari terbenam, cahaya tidak terlalu banyak sehingga sulit untuk diserap. Aspek matahari setiap harinya akan selalu bervariasi tergantung pada waktu tahun.
    -          Tutupan Awan
    Awan yang menutupi suatu daerah akan mempengaruhi intensitas dan lamanya penyinaran matahari sehingga spesies tanaman akan mengalami masa kritis untuk menerima cahaya sebagai bahan fotosintesis.
    -          Musim
    Empat musim yang berbeda akan mempengaruhi macam-macam organisme yang hidup di suatu ekosistem tersebut, organisme tersebut mampu hidup sesuai dengan kondisi tubuhnya yang mampu menyesuaikan dengan musim yang ada.
    -          Lokasi
    Lokasi yang terbilang ekstrim membuat suatu wilayah yang dilewati garis khatulistiwa akan menerima 12 jam sinar matahari dan adapula yang mengalami kegelapan setiap hari hingga 6 bulan sinar matahari dan 6 bulan mengalami kegelapan.  Hal yang demikian ini
    -          Ketinggian
    Ketinggian juga akan mempengaruhi aspek dari sinar matahari, karena untuk setiap seribu meter di atas permukaan laut, suhu rata-rata hampir satu derajat Celsius.

    Masyarakat di Daerah Air Tawar & Lentic Water
                Masyarakat dengan tipe ini adalah masyarakat yang dapat sangat bervariasi dalam berpenampilan apapun. Salah satu dari elemen penting dari lingkungan ini yaitu suhu yang masih efektif dengan daerah air yang lebih luas. Ketika ekosistem air tawar ini dihumi, banyak faktor seperti osmosis, serta suhu yang menentukan keseluruhan lingkungan agar organisme mampu untuk beradaptasi. Adapun faktor utama yang mempengaruhi komunitas air adalah konsentrasi oksigen dari daerah sekitar.





    Konsentrasi oksigen terutama dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu :
    1.      Luas permukaan di lingkungan terbuka
    2.      Sirkulasi Air, terutama karena terdapat diferensiasi suhu di beberapa wilayah
    3.      Oksigen yang dihasilkan dari proses respirasi, konsumsi, dan oksigen yang dikonsumsi oleh hewan dan bakteri.
    4.      Suhu, dan pH
    Melalui jutaan tahun setelah evolusi, binatang yang hidup di lingkungan perairan memiliki diversifikasi untuk menempati relung ekologi yang tersedia dalam ekosistem. Ketika mempelajari habitat dari organisme tertentu, terdapat tiga bidang utama dari lingkungan air tawar yang dapat diklasifikasikan sbb :
    a.       Area Profundal
    Pada area ini, hewan-hewan masih mengandalkan bahan organik sebagai sumber makanan, yang bersumber dari daerah yang kaya akan energi namun dengan sinar matahari yang kurang.
    b.      Area Pelagic
    Area ini ditemukan di bawah permukaan air, dengan cahaya matahari yang cukup tersedia namun daerah ini tidak dekat dengan daerah pantai.
    c.       Area Benthic
    Area ini menggabungkan semua lingkungan air tawar (area profundal dan area pelagic)
    Komunitas Air Tawar (Lentic) & Hewan
                Tanaman yang hidup di sebagian atau keseluruhan yang terendam air (Hydrophytes) akan bersimbiosis dengan tanaman tumbuhan air lainnya, yang nantinya akan memberikan ganggang dan organisme dapat bertahan hidup di lingkungan sekitarnya. Sementara hewan di lingkungan ini akan mengonsumsi ganggang kemudian terdapat pula detritus yang mengurai bahan organik yang melimpah. Tanaman (Hydrophytes) ini memiliki cara adaptasi yang evolusioner seperti contohnya tanaman ini memiliki struktur yang kaku pada tanaman air tawar yang berbanding lurus dengan densitas air (jauh lebih tinggi dari lingkungan udara terbuka). Hal ini menyebabkan tanaman (Hydrophytes) lebih fleksibel terhadap adanya air pasang, dan mampu mencegah kerusakan tanaman.
    Adapun adaptasi yang dapat dilakukan pada komunitas air tawar yaitu :
    -          Ruang Air (Spaces)
    -          Luas Daun
    -          Kutikula yang tebal





    Tanaman Air Tawar & Nutrisi
                Tanaman juga membutuhkan nutrisi yang terdapat di dalam tanah seperti Mg, N, P, dan K. Bberapa dari elemen ini, terutama gas memang sudah terdapat di atmosfer, sementara karbon dioksida dihasilkan dari penguraian bahan-bahan organik. Sementara oksigen tersedia dari kegiatan fotosintesis dari tanaman.
    Komunitas Lotic
                Lotic atau yang disebut dengan arti air yang mengalir merupakan masyarakat yang kehidupannya sangat dekat dengan komunitas air dari berbagai sumber seperti curah hujan, air dari permukaan tanah, air bawah tanah, dan lain-lain. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kehidupan organisme pada komunitas ini, yaitu adanya gerakan mineral dan batu yang disebabkan oleh kecepatan dan volume air serta adanya erosi. Sementara itu terdapat beberapa faktor fisik dan kimia yang menyediakan relung ekologi, sbb:
    -          Suhu
    -          Cahaya
    -          Komposisi Kimia
    -          Material Organik
    Adapun keragaman spesies tanaman pada komunitas ini terlihat lebih kecil karena hal ini berhubungan dengan lingkungannya seperti alga yang dapat tumbuh di segala macam tempat yang berbeda dengan permukaan yang berbeda pula, sehingga alga mampu untuk bertahan hidup pada ekosistem air karena telah melakukan adaptasi secara evolusioner.
    Sementara pada komunitas lotic terdapat hewan sessile yang dapat bergerak dan tetap pada satu tempat. Hewan ini berukuran kecil, dan termasuk protozoa dan beberapa spons air tawar. Hewan yang tergolong ke dalam komunitas lotic memiliki beberapa adaptasi dari waktu ke waktu dengan cara:
    -          Kait (Claws)
    Adapun yang dimaksud dengan kait adalah suatu benda tajam yang dapat membantu hewan tersebut menggali atau menggenggam saat berada di sekitar permukaan
    -          Tubuh yang merata
    Adaptasi ini dapat membantu hewan pada komunitas lotic untuk mampu menanggung beban yang terdapat pada kekuatan air, dan mempermudah untuk berlindung di bawah batu.
    -          Ramping
    Hewan dengan tubuh yang ramping mampu beradaptasi pada komunitas ini.
    -          Terbang
    Beberapa hewan dari komunitas ini dapat terbang, hal ini memungkinkan hewan tersebut untuk bergerak lebih cepat dan mudah.




    Masyarakat Air Tawar & Plankton
                Plankton adalah organisme mikroskopis yang hidup tersuspensi di dalam lingkungan air, dan merupakan salah satu komponen penting dari komunitas air tawar. Di hampir setiap habitat dari ekosistem air tawar terdapat ribuan organisme ini karena ukurannya yang relatif mikroskopis. Plankton dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu :
    1.      Fitoplankton
    Fitoplankton merupakan tumbuhan mikroskopis yang memperoleh energi melalui fotosintesis, mampu memproduksi dan melakukan proses daur ulang seperti daur karbon, sulfur, yang sangat dibutuhkan di lingkungan masyarakat. Fitoplankton yang lebih berlimpah terdapat pada daerah dengan intensitas cahaya yang tinggi, karena fitoplankton mampu mengkonversi cahaya menjadi energi kimia
    2.      Zooplankton
    Terdiri dari golongan Crustacea dan Rotifera, dan merupakan kategori yang ukurannya lebih besar dibandingkan dengan fitoplankton lainnya. Zooplankton memiliki adaptasi yang evolusioner sehingga mampu bertahan hidup dan jauh dari bahaya.

    Polusi di Ekosistem Air Tawar
                Polusi pada ekosistem air tawar dapat terjadi apabila terdapat peningkatan suhu yang kemudian akan mempengaruhi tingkat oksigen yang tersedia secara bebas untuk organisme. Karena perubahan suhu ini, kehidupan ekosistem akan terpengaruh. Selain itu, jika terdapat periode hujan lebat dapat menyebabkan tingkat air yang berfluktuasi, yang pada akhirnya akan mempengaruhi suhu air sehingga terkadang bahan-bahan kimia baru masuk.
                Adapun penggunaan sebagai lahan rekreasi juga memiliki efek misalnya sampah-sampah  yang menghalangi masuknya sinar matahari yang dibutuhkan oleh produsen yaitu tumbuhan untuk berfotosintesis. Jika sinar cahaya matahari terhalang akan menyebabkan tingkat keproduktivitasan produsen menjadi menurun, dan jika organisme lain mengandalkan produsen maka proses kehidupannya akan terancam.

                Polusi pada tingkat molekuler dapat terjadi apabila limbah bahan-bahan kimia dibuang ke dalam air, terutama dari hasil industri atau pestisida dari lahan pertanian dapat mempengaruhi kualitas lingkungan di air tawar. Jika hal ini terjadi, maka organisme tidak dapat melakukan respirasi dan tidak dapat berfungsi secara optimal, sehingga mengakibatkan kurangnya biomassa dalam keseluruhan ekosistem.
    Diposting oleh Ratna Lestyana Dewi di 08.45.00
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
    Label: EKOLOGI PERAIRAN

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)
Chrome Pointer

Total Tayangan Halaman

Translate

About Me

Ratna Lestyana Dewi
Lihat profil lengkapku

My Arsip

  • Desember (1)
  • Juli (1)
  • Februari (3)
  • Januari (2)
  • Desember (8)
  • November (1)
  • September (1)
  • Agustus (1)
  • Juni (6)
  • Mei (4)
  • April (15)
  • Maret (9)
  • Juli (1)
  • Februari (4)
iii. Tema Tanda Air. Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.