Welcome in my imagination

  • Home
  • AMAZING BIOLOGY
  • HEART TO HEART
  • ABOUT ME

    Minggu, 26 Februari 2017

    Lika Liku Luka

    Lika Liku Luka
    Kutuliskan secara eksplisit yang mungkin akan ku rangkai dalam diksi yang mungkin kurang begitu kau suka atau mungkin yang membuatmu bertanya-tanya.

    Terhitung sejak hari ini, kala senja yang telah menghilang ke peraduan yang tergantikan oleh sang rembulan. Kala itu,  aku selalu merasa sedih akan kehilanganmu. Kenangan akan perpisahan yang kau minta masih terasa menyakitkan di hati ini, entah kenapa rasanya seperti kemarin saja.....
    Rasanya tak masuk di akal karena kau telah pergi dua tahun yang lalu, aku selalu merasa gagal setiap kali aku kembali ke kota ini. Semua memori itu masih terekam secara runtut di otakku, aku selalu ingat bagaimana setiap saat kita menghabiskan waktu bersama.Rasanya sungguh tak enak di hati setiap kali aku kembali ke kota ini, rasanya jantungku seperti berdetak perlahan, aku selalu memikirkanmu, selalu membayangkan bahwa kita memang masih bersama. Namun ternyata itu fana, itu hanyalah angan-angan kosong belaka, hanya gurauan yang tak seharusnya mucul dalam benakku.
    Aku selalu bahagia setiap kali aku menjalani kehidupan ku di kota perantauan ku, tanpa pernah tersirat sedetik pun raut wajahmu, aku selalu senang melakukan aktivitas ku, kesibukan ku dan segala apapun itu demi meraih masa depan ku.
    Maafkan aku, ini semua memang aku yang salah, tak seharusnya aku bertindak bodoh seperti ini, seperti merendah agar dapat memilikimu terus-terusan, maafkan atas angan-angan liar ku ini. Aku tak tahu apa yang ku lakukan saat ini.
    Aku sadar, kini kau telah hidup berbahagia bersamanya, aku pun begitu, egois memang rasanya menghiraukan pelangi ku yang telah membuatku kuat sedemikian rupa hanya demi mengingatmu kembali dan membuatku berharap lagi. Tapi bagaimana? Aku tidak bisa mencegah perasaan ini.
    Memang, hal tersulit yang ku alami saat ini ialah berbohong pada diri sendiri, aku tak bisa mengelak, bahwa memikirkanmu itu seperti menjadi candu bagiku. Yaa, mungkin ini rasanya kehilangan orang yang teramat disayangi. Meskipun aku tahu dari yang lain, bahwa saat itu kamu hanya mencintai kebaikanku saja, bahkan kamu pun tak pernah bangga sedikitpun pernah memilikiku, Tak apa, bagiku kebahagiaanmu ialah hal yang terpenting yang harus aku berikan untukmu.

    Mungkin ini akan menjadi tulisan yang pertama dan terakhir untukmu. Ini tulisan ku sebelum aku kembali ke kota perantauanku. Maaf, jika nantinya akan ada yang tersakiti setelah membaca tulisan ku ini, aku selalu berdoa untuk kebahagiaanmu disini, jaga dirimu baik-baik ya, semoga sukses selalu. Terimakasih pernah mengisi hari-hariku dengan indah. Aku selalu menyayangimu....
    Diposting oleh Ratna Lestyana Dewi di 05.38.00
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
    Label: HEART TO HEART

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)
Chrome Pointer

Total Tayangan Halaman

Translate

About Me

Ratna Lestyana Dewi
Lihat profil lengkapku

My Arsip

  • Desember (1)
  • Juli (1)
  • Februari (3)
  • Januari (2)
  • Desember (8)
  • November (1)
  • September (1)
  • Agustus (1)
  • Juni (6)
  • Mei (4)
  • April (15)
  • Maret (9)
  • Juli (1)
  • Februari (4)
iii. Tema Tanda Air. Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.